Minggu, 02 April 2017

Ubah Lirik Lagu



Yovie n Nuno
Manusia Biasa
 
                                     Jujur Adalah Segalanya

Masih ku ingat selalu
Nasihat ayah ibuku
Aku harus jadi anak yang baik
Harus selalu jujur
Serta menjaga lisanku
Supaya tidak berbohong,
Tidak mencela, tidak menghina
Juga tidak membentak
Reff: Jujur adalah sikap lurus hati
Dan tidak suka untuk berbohong
Orang jujur berkata apa adanya
Jujur adalah segalanya…
Andaikan saja kita tahu
Manfaat perilaku jujur
Dicintai Allah
Disenangi manusia
Memiliki banyak teman…
Back to reff
Jujur kepada Allah
Jujur pada diri sendiri
Serta jujur pada tiap makhluk
Jujur adalah segalanya…
Edited by:
     maLikhah

Senin, 20 Maret 2017

Fungsi Media Pembelajaran


Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Dalam kegiatan interaksi antara siswa dan lingkungan, fungsi media dapat diketahui berdasarkan kelebihan media dan hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran. Tiga kelebihan kemampuan media (Gerlach & Ely dalam Ibrahim, et.al., 2001) adalah sebagai berikut: Pertama, kemampuan fiksatif, artinya dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmka, kemudian disimpan dan pada saat diperlukan, dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya.
Kedua, kemampuan manipulative, artinya media dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya. Ketiga, kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau Radio.
Secara umum, media memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai berikut:
1. Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dengan perantaraan gambar, potret, slide, film, video, atau media yang lain, siswa dapat memperoleh gambaran yang nyata tentang benda/ peristiwa sejarah.
2. Mengamati benda/ peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya jauh, berbahaya, atau terlarang. Misalnya video tentang kehidupan harimau di hutan, keadaan dan kesibukan di pusat reaktor nuklir, dan sebagainya.
3. Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/ hal-hal yang sukar diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan karena terlalu besar atau terlalu kecil. Misalnya dengan perantaraan paket, siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang bendungan dan kompleks pembangkit listrik, dengan slide dan film siswa memperoleh gambaran tentang bakteri, amoeba, dan sebagainya.
4. Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung. Misalnya, rekaman suara denyut jantung, dan sebagainya.
5. Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung karena sukar ditangkap. Dengan bantuan gambar, potret, slide, film, atau video, siswa dapat mengamati berbagai macam serangga, burung hantu, kelelawar, dan sebagainya.
6. Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati. Dengan selide, film, atau video, siswa dapat mengamati pelangi, gunung meletus, pertempuran, dan sebagainya.
7. Mengamati dengan jelas benda-benda yang mudah rusak/ sukar diawetkan. Dengan menggunakan model/ benda tiruan, siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang organ-organ tubuh manusia, seperti jantung, paru-paru, alat pencernaan, dan sebagainya.
8. Dengan mudah membandingkan sesuatu. Dengan bantuan gambar, model atau foto,siswa dapat dengan mudah membandingkan dua benda yang berbeda sifat ukuran, warna, dan sebagainya.
9. Dapat melihat secara tepat suatu proses yang berlangsung secara lambat. Dengan video, dengan proses perkembangan katak dari telur sampai menjadi katak dapat diamati hanya dalam waktu beberapa menit. Bunga dari kuncup sampai mekar yang berlangsung beberapa hari, dengan bantuan film dapat diamati hanya dalam beberapa detik.
10. Dapat melihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat. Dengan bantuan film atau video, siswa dapat mengamati dengan jelas gaya lompat tinggi, teknik loncat indah, yang disajikan secara lambat atau pada saat tertentu dihentikan.
11. Mengamati gerakan-gerakan mesin/ alat yang sukar diamati secara langsung. Dengan film atau video dapat dengan mudah siswa mengamati jalannya mesin 4 tak, 2 tak, dan sebagainya.
12. Melihat bagian-bagian yang tersembunyi dari suatu alat. Dengan diagram, bagan, model, siswa dapat mengamati bagian mesin yang sukar diamati secara langsung.
13. Melihat ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang/ lama.setelah siswa melihat proses penggilingan tebu atau di pabrik gula, mereka dapat mengamati secara ringkas proses penggilingan tebu yang disajikan dengan menggunakan film atau video (memantapkan hasil pengamatan).
14. Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu objek secara serempak. Dengan siaran radio atau televisi, ratusan bahkan ribuan siswa dapat mengikuti materi pelajaran yang disajikan seorang profesor dalam waktu yang sama.
15. Dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing. Dengan modul atau pengajaran berprograma, siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kesempatan, dan kecepatan masing-masing.1

1 Aan Hasanah, Pengembangan Profesi Guru (Bandung: CV PUSTAKA SETIA, 2012), hlm. 177-179

Senin, 13 Maret 2017

Media Pembelajaran


Beberapa pengertian yang dikemukakan oleh beberapa ahli tentang media pendidikan diantaranya sebagai berikut:
1. Media adalah bentuk yang dipakai orang menyebarkan ide sehingga ide itu atau gagasan itu sampai pada penerima.
2. Media adalah channel atau saluran karena pada hakikatnya media telah memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar, dan melihat dalam batas-batas jarak, ruang, dan waktu tertentu. Dengan bantuan media, batas-batas itu hampir tidak ada.
3. Media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi (Association of Education and Communication Technologi).
4. Media adalah segala benda yang manipulasi, dilihat, didengar, dan dibaca atau dibicarakan, beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut.
5. Media segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan merangsang yang sesuai untuk belajar, seperti media cetak dan elektronik.

Ada dua pengertian media, yaitu dengan arti sempit dan arti luas:
1. Arti sempit, media itu berwujud grafik, foto, alat mekanik dan alat elektronika yang digunakan untuk menangkap, memproses, serta menyampaikan informasi
2. Arti luas, yaitu kegiatan yang dapat diciptakan suatu kondisi sehingga memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan dan sikap baru.
Dari beberapa pendapat tersebut, dapat dsimpulkan bahwa media pendidikan adalah alat atau perantara yang dikemukakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa agar maknanya mudah dipahami dan ditangkap oleh siswa sehingga dapat meningkatkan, baik inovasi maupun hasil belajar siswa pada khususnya.1
1 Aan Hasanah, Pengembangan Profesi Guru (Bandung: CV PUSTAKA SETIA, 2012), hlm. 175-177.

Rabu, 23 Maret 2016

Meronce



Meronce

            
 Meronce, kata yang tidak asing lagi bagi kalangan anak-anak PAUD, kegiatan yang satu ini begitu banyak di gemari oleh anak usia dini. Meronce adalah salah satu kegiatan untuk dapat merangkai manik-manik menjadi kesatuan berdasarkan kriteria tertentu, seperti berdasarkan warna, bentuk manik-manik, atau jumlahnya. Meronce dalam proses pembelajaran anak usia dini dapat melatih anak untuk berkonsentrasi serta menyiapkan ana dalam rangka persiapannya untuk dapat belajar menulis. Lah ko malah menulis?
            Ya, meronce tidak hanya mengajarkan anak bagaimana suatu keindahan serta kreativitas dalam merangkai manik-manik akan tetapi masih banyak manfaat lainnya dari kegiatan meronce tersebut.

Manfaat meronce:
  • Meronce mampu mengasah kemampuan kognitif pada anak, mengapa demikian? Meronce dapat dilakukan dengan beberapa kriteria tertentu, seperti berdasarkan pada warnanya, bentuk manik-maniknya dan sebagainya. Hal tersebut menjadikan anak belajar untuk dapat mengenali satu persatu konsep mengenai warna, bentuk serta jumlah.
 
  • Meronce sebagai sarana menyiapkan anak untuk dapat menulis tergerak, karena dengan meronce saraf motorik akan bekerja, tangan akan mulai terbiasa tergerak, sehingga ketika anak diajari untuk menulis akan lebih mudah diarahkan.
  • Meronce dapat melatih ketelitian anak, dengan adanya kegiatan meronce, anak dapat belajar untuk menyambungkan manik-manik yang satu dengan yang lain.

Kegiatan meronce memiliki beberapa tahap dalam pengaplikasiannya. Jadi tidak sembarangan.
1.      Meronce berdasarkan warna, adalah tahapan yang paling rendah dalam kegiatan meronce,
2.      Meronce berdasarkan bentuk, merupakan satu langkah maju yaitu untuk mengenal bentuk manik-manik,
3.      Meronce berdasarkan warna dan bentuk, anak mulai bisa menggabungkan mana yang memiliki bentuk sama atau warna yang sama,
Nah, itu tadi sekilas mengenai kegiatan meronce yang disukai anak-anak.